Friday, January 16, 2015

Sirkuit Gravitasi dari Kardus Ajaib

Aktivitas Sinnai di Jum'at pagi ini adalah membuat Sirkuit Gravitasi dari kardus bekas. Sebetulnya ini seperti membuat track mobil-mobilan hanya saja orientasi irkuitnya dibuat vertikal, tegak berdiri.

Tidak memakan waktu lama untuk membuat eksperimen ini, apalagi alat dan bahan yang digunakan sudah tersedia dirumah... dan harap diperhatikan bahwa aktivitas ini perlu bantuan orang dewasa, karena menggunakan peralatan yang cukup berbahaya (seperti cutter/ gunting). Berikut bahan dan alat yang digunakan:
  • Kardus bekas besar dan kecil
  • Gunting/ cutter
  • Double tape
  • Bola-bola kecil
Saat membangun sirkuit ini, Sinnai ikut terlibat mulai dari proses perancangan, pembuatan, sampai dengan sirkuit itu dapat dimainkan... Daaan tadaaaaa bola -bola kecil itu mulai meluncur bergerak dari tempat yang tinggi menuju ke bawah.

Proses pembuatan Sirkuit Gravitasi
Permainannya memang terlihat biasa saja namun Sinnai selalu menikmati aktivitas membuat mainannya sendiri :) Hal ini sesuai dua prinsip kami... "Bahagia itu sederhana" dan seperti yang diajarkan bangsa Jepang dan Korea "Kalo bisa bikin, ngapain beli"... Hehehe...


Beraksi didalam sirkuit

Serangga Maut dari Play dough + Resep

Rabu kreasi kali ini, saya dan Sinnai membuat play dough (adonan mainan) sendiri yang aman untuk dimainkan oleh anak-anak. Memang sebetulnya bisa saja membeli 'lilin/ malam' untuk langsung dimainkan, tapi proses belajar yang ingin kami ambil bukan sekedar bermain membentuk benda-benda dari material itu, melainkan kami ingin belajar dari awal, mulai dari proses pembuatannya... Pesan yang ingin disampaikan sih mengajarkan anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik, perjalanannya tidak mudah, tetapi kita pasti bisa mencapainya, dan jika memang menyukai prosesnya, hal itu akan jauh lebih baik lagi... Betul, Nak?

Proses membuat playdough

Selain itu kami (saya dan suami) juga ingin menanamkan satu prinsip yang rasanya cukup baik untuk membangun landasan karakter seorang anak dalam melatih kreativitas dan daya juangnya, yakni "kalau bisa buat, mengapa harus beli?" Prinsip inilah yang juga dipakai orang-orang Korea dalam menghadapi banjirnya produk Jepang yang ingin memasuki negaranya kala itu. Bagaimana dengan kita dalam menghadapi produk Cina? Hehehe. Tak bisa dipungkiri, saat ini kami juga nggak bisa membendung masuknya mainan-mainan dari Negeri Tiongkok ke keranjang mainan Sinnai... Tapi tak ada kata terlambat untuk berjuang menjadi lebih baik. #Cieh :)

Kembali ke playdough, menurut artikel dilaman sekolah123 mainan ini adalah salah satu permainan yang bisa membantu perkembangan otak, selain menyenangkan mainan ini juga bisa meningkatkan kemampuan sensorik, belajar tekstur, berfikir menciptakan sesuatu bentuk dan meningkatkan  imajinasi dan kreatifitas anak. 

Saat beraksi, berbagai jenis serangga dibuat oleh Sinnai dengan melihat buku referensi yang ada, seperti kepik, belalang, laba-laba, cacing dan satu lagi serangga 'rahasia'. Hehehe. Sepertinya bermain playdough ini cukup melelahkan namun selalu menyenangkan, buktinya Sinnai bermain ini hingga dua periode, yakni pagi hari dan sore hari.

Serangga imut-imut dari playdough
Proses kreasi

Dalam setahun terakhir, ini adalah kali ke-3 Sinnai meminta bermain playdough, terakhir lalu yang dibuatnya adalah binatang-binatang reptil seperti buaya, dinosaurus dan ular (sayang saya tidak sempat mendokumentasikan gambarnya). Nah karena baru sempat menulis tentang playdough, saya mau berbagi resep membuat playdough yang aman dan murah meriah :)

Bahan-bahannya super gampang, untuk 1 adonan:
1. 180 gr terigu
2. 110 gr garam
3. 60 ml minyak goreng
4. 125 ml air
5. Pewarna makanan

Cara Membuatnya :
Campur terigu dan garam sampai rata dalam mangkuk, tambahkan air dan minyak goreng sedikit demi sedikit sambil diaduk, uleni sampai lempung. Tambahkan pewarna sesuai selera sambil terus diuleni hingga rata.

Jadi dehhhh adonannya, semoga resepnya bisa bermanfaat ya :) Kabar-kabari kalo sudah jadi dunia serangga.

Tuesday, December 30, 2014

Kejadian langka di RS Santosa, Kamar 780

Bagi saya hari ini merupakan pengalaman luar biasa langka, yang bagi sebagian orang disebut sebagai "kebetulan".

Selama ribuan tahun saya nggak percaya sama yang namanya teori "kebetulan", karena buat saya yang dibilang orang "kebetulan" itu adalah tidak semata-mata "kebetulan", tapi ia adalah keputusan-keputusan yang saling bertemu. Atau bagi sebagian orang "kebetulan" itu adalah bertemunya persiapan dengan kesempatan.

Tapi kali ini beda, kali ini saya mulai mengapresiasi yang namanya "kebetulan", jadi ceritanya begini...

sumber gambar : kaka-jr.blogspot.com

Sebagai agen asuransi adalah tugas saya untuk melayani klaim nasabah, dan tadi malam saya ditelepon oleh salah seorang teman yang juga nasabah saya bahwa dia masuk rumah sakit karena terdiagnosa penyakit typhus (eh gimana sih nulisnya... '). Berdasarkan info tersebut saya sudah berniat bahwa hari ini saya akan menjenguknya dan membantu mengurus klaim asuransi di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Dia memberi tahu bahwa setelah sempat masuk ICU ia dirawat di ruang 780, lantai 7 berarti. Ajaibnya, dalam perjalanan menuju Santosa, saya juga mendapatkan telepon dari nasabah saya yang lain, bahwa ayahnya juga sedang dirawat di RS yang sama karena akan melaksanakan operasi pemasangan ring pada jantungnya... Ketika saya tanya, ternyata ruangannya juga sama persis di 780! Whatttt!!!! Adalah hal biasa jika hanya sekedar dirawat pada Rumah Sakit yang sama, tapi ini Rumah Sakitnya sama, pada kamar yang sama pula dan waktu yang sama! Sama Persis! Dua orang yang tidak saling kenal, dihubungkan oleh silaturahim melalui saya dengan jalan asuransi dan bertemu di Rumah Sakit dalam kamar yang sama! Ini yang namanya kebetulan!

Alhasil ketika saya menjenguk kedalam kamar 780, saya langsung bertemu keduanya, Dan yang awalnya saling tidak kenal, suasanya pun menjadi akrab. Dan pada momen ini saya mulai mengakui keberadaan dari "kebetulan". Bagi saya pertemuan yang "kebetulan" ini melibatkan banyak "keputusan" yang dibuat oleh banyak pihak dan itu diluar kuasa saya, diluar kuasa kita...

Bayangkan jika nasabah saya yang orang tuanya akan dipasang ring pada jantungnya tidak menelepon saya, maka momen "kebetulan" ini tidak akan terjadi, dan tulisan ini pun tidak akan ada.

Pasti Sang Maha Kuasa menitipkan hikmah pada momen kebetulan ini, dan tinggal kita yang perlu menelaah hikmah apa yang bisa kita dapat dari kejadian luar biasa ini. Masya Allah...

Monday, December 29, 2014

Cooking class "Junior Pizza Maker"

Bismillahirrahmanirrahiim... 
الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar"
Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

'Planet Praktika' hari ini cukup seru, karena tadi pagi Sinnai belajar memasak makanan khas Italiano, yakni Pizza! Waoow... Seru doong?... Iyaaa... Sinnai dengan ditemani adik Salma dan Bundan, pagi hari tadi ikut serta dalam acara kelas memasak, alias cooking class yang diadakan untuk anak-anak oleh Domino's Pizza di Mall Istana Plaza, Bandung. 

Sebagai homeschoolers, kelas memasak hari ini merupakan aktivitas ganda buat Sinnai, karena selain memasak Sinnai juga bisa bersilaturahim dengan teman-teman Sakola Bumi... Sejatinya, pengalaman belajar memasak itu sendiri bukan hal baru bagi Sinnai, karena setiap Bundan memasak ia sering kali ikut nimbrung membantu atau sekedar memperhatikan, semacam belajar jadi asisten, hanya yang berbeda kali ini adalah menu dan peralatan dapurnya yang super canggih, plus ramainya dapur diisi oleh 16 anak dari Sakola Bumi.

Ketika baru datang, anak-anak diberi perlengkapan memasak seperti topi koki dan apron/ celemek

Sunday, December 28, 2014

Membuat Cap Sayuran

Membuat cap dari sayuran
Salah satu materi 'planet praktika' di Sekolah Bumi Sinnai yang pernah dipelajari tanggal 26 Agustus 2014 lalu adalah membuat cap dari sayuran. Selain belajar warna, bentuk dan menghasilkan karya seni visual, aktivitas ini juga bertujuan untuk mempelajari proses sederhana bagaimana sebuah karya cetak dibuat.

Nah, kali ini sayuran yang Sinnai gunakan berasal dari tempat yang sangat dingin dimana tidak ada manusia yang bisa tahan hidup didalamnya, yakni kulkas... Hehe, kebetulan yang ada di kulkas hanya wortel, mentimun dan kentang maka itulah yang digunakan.

Agar hasil karya yang dibuat tampak menarik maka setelah dibelah penampangnya, sasayuran tersebut dibentuk bervariatif sesuai keinginan. Misalnya wortel dibentuk bunga, mentimun dibentuk lingkaran (padahal emang aslinya begitu :P) dan kentang dibentuk segitiga dan persegi. Kalau sanggup, Ayah dan Bunda yang mendampingi juga bisa mengukir bentuk-bentuk yang lebih kompleks lagi misalnya kelinci, donat, raket tenis, sepeda gunung atau transformer... Hehehe #makinNgarang.

Potongan buah dan pewarna makanan

Setelah beberapa potong sayuran tersebut diukir menjadi berbagai bentuk, selanjutnya adalah menyiapkan pewarna makanan dalam berbagai warna. Warna yang Sinnai gunakan kali ini adalah merah, hijau, oranye, biru dan cokelat. Cairan pewarna makanan ini sebaiknya ditempatkan pada piring ceper yang agak luas agar mudah ketika mencelup atau mengoleskan cap sayuran tadi.

Sinnai beraksi

Ketika sudah siap semua, silakan baca basmalah untuk memulai menge-cap. Oleskan atau celupkan sayuran tersebut hingga cairan pewarnanya tertempel pada sayuran, kemudian siapkan kertas dan tekan capnya pada kertas tersebut.... Dannn taa-daaaaa jadilah cap berbagai bentuk dari sayuran... Mudah sekali 'kan...

Selain dengan sayuran ia juga berkesperimen dengan jari jemari

Sinnai sangat menikmati aktivitas ini sodara-sodara, selain belajar warna dan bentuk, secara keseluruhan ia juga belajar membuat karya visual. Selain itu Sinnai juga belajar mencoba menerapkan prinsip dasar percetakan komersial (cieh), yakni dengan memberi tinta pada sebuah permukaan benda kemudian menekannya pada media yang akan dicetak dalam hal ini kertas (kayaknya dia belum ngerti sih kalo soal ini... Ini mah gagayaan Bundannya aja :P)

Nah untuk Ayah Bunda yang mau mencoba eksperimen ini bersama buah hatinya bisa mempersiapkan hal-hal berikut:

Bahan:
1. Sasayuran, seperti mentimun, wortel, kentang, paprika, jagung, ubi, dll. (bisa juga ditambah buah-buahan, meski nanti akan berubah orientasi menjadi rujak :P)
2. Pewarna makanan.

Alat :
1. Pisau
2. Piring ceper
3. Kertas
4. Lap
5. Kamera buat foto-foto :)

Selamat mencoba ya Ayah-Bunda... Semoga bermanfaat dan ditunggu cerita-ceritanyaa :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...