Monday, August 29, 2016

#DIY #PiringanBola

Sepekan terakhir Mas Sinnai dan Kakak Salma lagi rajin-rajinnya membantu bunda mengemas mainan-mainan yang akan mulai dipindahkan ke 'bumi' baru. Karena sebagian besar mainan sudah masuk ke kardus, mereka mulai bingung mau main apa untuk mengisi waktu luang... Sepanjang mata memandang cuma ada buku-buku dan kardus-kardus kosong yang belum dipersatukan...
Hmm, bunda melihat dibeberapa sudut masih tersisa bola-bola plastik kecil dan beberapa alat craft... dan alhamdulillahnya masih ada kardus-kardus bekas.... Naah ini dia... kita buat mainan aja dari bahan yang ada yoook...
Bahan dan alat :
1. Kardus
2. Bola kecil
3. Kater
4. Spidol
Kali ini kita membuat piringan bola, liat di video bagus deh seperti UFO yang kaya' dipelem-pelem, berputarnya juga bisa lama.
Cara membuat :
1. Buatlah pola lingkaran diatas kardus untuk membuat piringan lalu potong.
2. Lingkari juga bagian tengah piringan tersebut kira2 cukup untuk menyangga bola.
3. Masukan bola pada tengah piringan tersebut.
4. Dann piringan bola pun siap untuk dimainkan.
Gampanggg kan, yuk buat juga di rumahmu... dengan yang sederhana anak-anak ternyata sudah bahagia, karena memang #bahagiaitusederhana






Friday, August 26, 2016

Congklak

Salah satu hal yang menyenangkan buat saya adalah saat bermain sama anak- anak. Sampai saat ini rasanya sih cukup banyak permainan yang sudah saya lakukan sama anak-anak mulai dari membuat mainan sendiri (DIY) dengan bahan yang ada, bermain sambil melakukan percobaan ilmah, serta melakukan permainan jadoel alias jaman Bunda kecil. Nah, salah satu mainan waktu bunda kecil yang sekarang juga jadi favorit Mas Sinnai adalah congklak.

Waktu pertama mengenal permainan ini, Mas Sinnai gak mau memainkannya sesuai aturan, lebih seneng mengeksplorasi papan dan biji (kuwuk) nya. Lain halnya dengan saat ini, seiring waktu Mas Sinnai lebih tertarik dan mau mendengarkan serta mempraktikan aturan mainnya. Congklak ini permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia.

Biasanya dalam permainan ini, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak (kuwuk) dan jika tidak ada, bisa menggunakan biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil. Kalau dirumah kami menggunakan kuwuk sebagai biji congklak. Saat bermain, congklak memerlukan papan yang mempunyai lubang sebanyak 7 disetiap barisnya, papan ini memiliki 2 baris. Setiap lubang diisi tujuh butir kuwuk sehingga seluruhnya memerlukan 98 butir kuwuk (dua baris x 7 lubang x 7 butir). Tidak ada ketentuan lubang mana yang pertama diambil, tetapi dimainkan secara bersama-sama, setiap butir kuwuk tersebut diisikan pada setiap lubang masing-masing sebutir dan jangan lupa dimasukan ke lubang induknya. Nah siapa yang terlebih dahulu mengisi dilubang yg kosong, maka harus berhenti dan menunggu giliran selanjutnya setelah lawannya.

Tujuan dari permainan ini adalah harus mengisi lubang induk sebanyak-banyaknya dan berusaha tidak mengisi lubang kosong agar permainan ini tetap berlangsung. Mas Sinnai senang dengan permainan ini, karena bisa sekalia belajar berhitung dan melatih ketelitian, dimana setiap butir kuwuk jangan sampai ada yang terlewat untuk disimpan di lubang. Selain itu saya juga mengajarkannya untuk berstrategi agar bisa memenangkan permainan, dan juga yang paling penting adalah melatih kejujuran agar bisa bersikap sportif, kedepannya semoga bisa membentuk sikap (atittude) yang baik.

#familiakreativa #permainantradisional #homeschooling #homeeducation

Thursday, August 25, 2016

Download Gratisss - Poster Perjalanan Haji dari Familia Kreativa

Menyambut hari raya haji saya dan suami mencoba membuat sebuah poster sederhana tentang alur ibadah haji (khususnya haji tamattu') untuk anak kami (Sinnai) yang berusia 6 tahun. Melihat responnya dia sih lumayan bisa mengerti dan membuatnya sedikit bertanya-tanya, misalnya tentang melempar jumrah, atau tentang tahallul, yah Alhamdulillah sedikit banyaknya ia bisa perhatian sama poster unyu-unyu ini :))
Nah, karena Sinnai yang umur 6 tahun sudah cukup bisa merespon, mungkin buat temen-temen seusianya bisa kepake juga kali yaaa... So, buat emak-emak yang punya anak rentang umur 6 - 8 tahun, mungkin bisa pakai poster ini untuk menjelaskan seputar ibadah haji.
Untuk poster resolusi optimal bisa didownload gratis via LINKhttp://familiakreativa.blogspot.co.id/…/download-gratisss-p…
Poster ini kami buat untuk bisa dicetak dalam ukuran A3 (29.7 x 42cm), silakan di share dan di download gratis... Tampaknya bisa juga dipakai di playgoup, taman nak-kanak dan sekolah dasar.
Sebetulnya kami juga menyisipkan poster ini sebagai bagian dari halaman buku yang juga kami buat untuk menceritakan tentang ibadah haji dan qurban, hehe... Kalo untuk bukunya pengen di share gratis juga sih, tapi bakalan lebih kece kalo dibeli dalam bentuk jadi yang isinya 24 halaman, full color dan isinya okesip banget... Judul bukunya adalah "Little Muslims - Haji & Qurban" isi bukunya menceritakan secara sederhana tentang haji dan qurban dengan cara mengajak pembaca --yakni anak-anak untuk beraktivitas, seperti mencari jalan di labirin, mencocokan obyek, dan teka-teki seru lainnya... 
Buat yang berminat dengan bukunya, silakan PreOrder ke reseller Familia Kreativa yang tersebar di jagad maya atau langsung ke Penerbit Ihsan Media di 081310121842.
Selain itu, jika ada saran atau masukkan silakan kabari saya ya
*Hatur nuhun untuk Pak Haji Aa Gyn dan Kang Adan untuk konsultasinya.


Tuesday, August 23, 2016

Terapi Tinta


Ini karya kedua saya di bulan Agustus, coretan iseng yang mungkin kedepannya akan menjadi hobi baru :) Lalu apa hubungannya dengan terapi tinta? Sebetulnya ada cerita dibalik keisengan ini, yakni sebagai salah satu cara saya untuk mengendalikan emosi ketika sedang bersama anak-anak tercintah, apalagi jika anak-anak sedang bertingkah ajaib yang bisa bikin sport jantung :P
Alhamdulillah, saya sudah dikaruniai tiga orang anak yang sehat, aktif dan super energetik. Artinya setiap hari saya juga harus punya energi yang nggak kalah banyak untuk menjaga, mendidik dan memfasilitasi anak-anak yang luar biasa ini. Selain itu untuk menjaga kestabilan dan kesehatan emosi, wajib hukumnya bagi saya untuk memperbanyak istighfar dan selalu memohon pertolongan Allah agar diberi kekuatan dan kemudahan.
Naaah, saya sekarang menemukan cara --yang mungkin bisa dipraktikkan juga oleh ibu-ibu lain, bila terjadi "godaan emosi" yang disebabkan tingkah polah kehebohan anak-anak yang bisa bikin ruangan dirumah jadi porak poranda...
Saat terjadi kehebohan dirumah, misalnya anak pertama dan kedua rebutan mainan yang berujung pada "pertarungan abad ini" atau ya itu tadi, anak-anak membuat rumah porak poranda seperti kapal pecah, saya sekarang mencoba untuk lebih rileks dan memilih meninggalkan mereka minimal 5 menit (selama kondisinya masih aman dan tidak membahayakan) lalu mencoba beralih dengan hobi baru, yakni mencoretkan tinta di hamparan kertas kosong, yang ternyata ini membuat saya jadi lebih bisa mengendalikan emosi...
Kemudian, ketika 5 menit berlalu biasanya saya sudah bisa lebih tenang dan berpikir jernih saat menghadapi anak-anak... dengan energi bermain yang sama dengan yang mereka miliki, jadi mungkin istilahnya adalah menyamakan frekuensi dengan anak2 yang sedang riang gembira :))
Jadi, selain mencoret-coret, bagi saya momen tersebut adalah "me time" yang cukup berkualitas, bisa kapan saja tanpa perlu waktu khusus... mmmh tapi itu versi saya ya, karena setiap orang pasti punya cara sendiri yang unik dan berbeda :)
Dan sekedar informasi, coretan kedua saya ini diselesaikan dalam rentang waktu yang cukup panjang, sekitar tiga hari... sambil mengiringi keseruan episode drama anak-anak..

Friday, August 19, 2016

melukis dengan cangkang Telur

Hari ini Bunda meyiapkan mainan untuk kakak Salma, yaknee melukis dengan material bekas cangkang telur... kata beberapa sumber ini bisa melatih kemampuan sensorinya, ini juga dalam rangka melatih motorik halus dan kesabaran kakak Salma
Horeyyy beginilah hasilnya bermain dengan balita superr, bagaimanapun lukisannya tetep seru ya Kak.





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...