Friday, July 2, 2010

Campur - Campur aktivitas









Wawawaw ... sudah lama sekali niy gak nulis, banyak moment penting yang tidak tercatat terutama tentang pertumbuhan Sinnai ku, menginjak usianya yang ke 152 hari Sinnai makin hari makin lucu dan menggemaskan :)

mmm ... sekarang Sinnai udah bisa tengkureb tapi sayang belum bisa balik badan sendiri, kalo lagi tengkureb ekspresinya lucu, ngoceh ngoceh dan sesekali tersenyum manis. (wuihhh ... pokoknya tambah sayang aja Ayah Bunda nya niy)

Saat ini Sinnai lagi sering di titipin sama eyang nya niy, baik eyangnya yang di Rancaekek ataupun yang di Jatibening, sedih sih harus ninggalin Sinnai walaupun cuma beberapa jam saja, soalnya Bundanya aktif lagi jadi Agen Asuransi Allianz Syariah dan sekarang Bundanya lagi nyiapin ujian setifikasi untuk mendapatkan lisensi keagenan (ujian AAJI) jadinya lagi banyak meeting, training, dan prospek, tapi kalo lagi prospek ke temen Bundanya yang kenal Sinnai, kadang Sinnai suka di diajak sambil main dan jalan-jalan he..he..he .. Tapi tetepppp prioritas Bunda untuk SINNAI :)

Yah selain jadi Bunda yang mengurus Ayah dan Sinnai, kembali beraktifitas seperti dulu ga ada salahnya kan, ketemu banyak orang lagi, belajar dari mereka, semoga selain dapat ilmu tapi dapat pengalaman  yang berharga dan tambahan untuk uang jajan Sinnai kelak amin :)

Tuesday, June 8, 2010

Khitan

Sinnai Sunat
Kemarin (06 Juni 2010) Sinnai di khitan/ sunat/ sirkumsisi, di usianya yang ke 94 hari (3 bulan). Kesepaktan disunatnya Sinnai ini ter'inspirasi' oleh seorang ibu sekaligus guru dan sahabat kami yang juga menyunat anaknya ketika masih bayi. Kala itu ketika saya berkunjung ke rumah sang Ibu, awalnya saya nggak tau kalau bayi ibu tersebut sudah disunat, namun ketika melihat sang bayi ngompol lalu popoknya di buka "jreng jreng" olala... sudah disunat ternyata. Lalu mengalirlah informasi dan referensi mengenai sunat di usia 'muda'.

Untuk infonya bisa dilihat di sini, di sana dan di situ... sebetulnya di Google juga banyak info mengenai sunat disaat bayi, baik yang pro maupun kontra, silakan di cari sendiri bila kurang puas dengan info diatas ya :)

Oke lanjut, jadi kisah di sunatnya Sinnai hari Ahad kemarin berawal dari jam 3 sore ketika kami berangkat ke rumah "Om Dokter Sakti Penyunat Sinnai" anggota tim yang berangkat adalah saya dan Sinnai ditemani Suami dan oom Hendra yang datang dari Bali, perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam dengan Burung Biru. Ritual sunatnya sendiri dimulai sekitar jam setengah lima setelah semua peralatan, bahan dan asisten Om Dokter siap sedia...

Alhamdulillah Sinnai nggak terlalu rewel, yah nangis sedikit mah biasa yah. Fotonya bisa dilihat di sini. Sinnai disunat pake alat yang namanya CAUTERY (kalo gak salah liat, CMIIW), alat ini bentuknya seperti solder dengan ujung yang tipis, setipis lidi kali ya, terbuat dari besi/ tembaga yang ketika akan digunakan ujung besi ini dipanaskan hingga merah membara, nah inilah yang digunakan untuk memotong kulup (maaf) penis Sinnai. Mungkin karena dibius lokal jadilah Sinnai gak merasakan sakit dan nggak nangis sedikitpun ketika di "snaps"...

Nah setelah proses pengCAUTERYan selesai dan masuk proses penjahitan... Waaa Sinnai mulai menangis... ngis... ngis... Alhamdulillah setelah selesai proses sunat keseluruhan, dan di-mimik-i cucu, Sinnai jadi anteng dan fallen asleep...

Well, begitulah kisah sunat Sinnai :) dan Subhanallah kami diantar pulang ke rumah sama Om Dokter super baik :) Makasih ya Om Dokter...

Setibanya di rumah Sinnai kembali bangun dan nangis, saat itu kira-kira jam 6 sore... dan Sinnai terus minum ASI Eksekutif (bukan eksklusif nih?) sampe jam tujuh, kemudian tertidur sampe maleeem, bangun-bangun jam sepuluh malem, menangis sambil pipis yang muncrat kemana-mana karena nggak ditutupin apa-apa... hehehe, jadilah ada pertunjukan air mancur jam 10 malem itu. Alhamdulillah pertunjukan air mancur malam itu terjadi sampai 3 kali hehe dan besok paginya Sinnai mulai bisa pake popok kain seperti biyasha....

Besoknya, hari Senin tanggal 7 Juni 2010, bertepatan dengan ulang tahun pernikahan saya yang pertama :) (prikitiw) Sinnai dijenguk oleh salah seorang teman saya yang juga berprofesi sebagai dokter di Jakarta. Melihat burung Sinnai sang dokter menyatakan bahwa burung itu sudah kering dari luka dan jahitan sunat kemarin, dan siap digunakan untuk memproduksi air mancur selanjutnya. Hehehehe.

Thursday, June 3, 2010

Hidup lebih hidup :)





Hari ini usia Sinnai sudah 91 hari!

Sumpe dehhh... seneng banget day by day aku bisa terus ngikutin Sinnai bertumbuh dan berkembang, walaupun nggak keliatan perbedaannya, karena yang paling ngeliat ya orang-orang yang jarang-jarang ketemu Sinnai, seperi om om dan tante tante pengajar Pipilaka, serta Eyang2 Sinnai... Tapi yang terasa dari perkembangan Sinnai adalah berattt badannya yang udah mencapai 5,5 kilograms, lumayan berat kalo digendong seharian... He, yah, pokoknya seharian sama Sinnai bikin hidup lebih hidup bin semangat tiap saat! Ha ha ha..

Sekarang Sinnai lagi seneng ngoceh ga jelas nih... hi... hi... hi... apalagi klo dibacain cerita, udah pasti Sinnai ikut meracau sambil mengaum "Aumm" dan merespon apa yang aku ceritain, Sinnai juga udah bisa di ajak main "Peeek A Booooo" a.k.a Ciiii Luuuuuk Baaa, Subhanallah senyumnya itu lucu pisan, bikin hati senang dan tenang. Hmmmh :)

Dari segi gerakan, Sinnai juga mulai lincah cah cah, pernah satu kali Sinnai membalikan badannya sendiri he, dari terlentang ke tengkurap (tapi cuma sekali, karena --kayaknya belum waktuny sih)...

Alhmdulillah Wasyukurillah, Allah sudah menganugerahkan aku dan suamiku seorang jagoan kecil yang lucu, keren, mantap bin superrrr yang selalu mewarnai hari hariku ini, semoga aku bisa menjaga amanah ini. Amin

- Bunda dan Ayah sayang Sinnai, love u my baby boy-

Tuesday, May 11, 2010

Renang Pertamaku

Garut ... hohoho perjalanan pertama sinnai yang lumayan agak jauh, kami menuju kota ini untuk menghadiri pernikahan sepupu, tapi sebelumnya kami sekeluarga mampir dulu ke tempat pemandian air panas di cipanas Garut. 
Awalnya ga kepikiran buat ngajak sinnai berenang karena sinnai kan masih 2 bulan tapi aku inget satu akrtikel tentang bayi berenang bahwa BERENANG BIKIN IQ TINGGI waw ....
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.lengkapnya ada di link ini http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg03456.html

Akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Sinnai berenang, Sinnai di jeburkan juga ke kolam ukuran kecil ... huhuhu dia seneng banget juga anteng,gerakan nya aktif ketika berada di dalam kolam , sekitar 10 menitan Sinnai di berada di kolam itu, ga lama-lama takut masuk angin hehehe.Ya itu pengalaman pertama Sinnai berenang, selain rekreasi semoga apa kata artikel itu benar ya dengan melatih anak berenang IQ Sinnai jadi tinggi amin:)

Imunisasi

Tanggal 6 mei 2010 kemarin Sinnai di imunisasi DPT I, ini imunisasi yang ke 3 buat Sinnai sebelumnya Sinnai di imunisasi hepatitis, BCG dan Polio. Setelah di imunisasi DPT ini Sinnai jadi demam, badannya lemes pengennya nempel trus sama aku. Jujur saja sempet panik pas Sinnai demam, bingung harus gimana. tapi Alhmdulillah Sinnai ga rewel cuma mengaduh (klo orang dewasa bilang), semalaman aku kasih ASI dan di tempelin di badanku supaya Sinnai merasa nyaman dan tenang. Alhmdulillah keesokan paginya demamya berangsur turun dan Sinnai bisa lagi tersenyum dan kembali sehat. Bunda sayang Sinnai ... muahhhh :)
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...