Monday, March 14, 2011

Kompetisi Bisnis berhadiah total 200 juta! dari Shell LiveWIRE - Business Startup Award 2011












Hola youngsters,
Pengumuman, pengumuman..

Pendaftaran Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards 2011 dibuka hari ini!
Kalau kamu memenuhi kriteria-kriteria:
  • berusia antara 18-32 tahun (pada 7 Juli 2011),
  • telah menjalankan bisnis selama minimal 3 bulan dan maksimal 2 tahun,
  • berdomisili dan menjalankan bisnis di kawasan Jawa & Bali
  • belum pernah memenangkan kompetisi bisnis serupa tingkat regional maupun nasional
Dan ingin mendapatkan:
  • Uang tunai 20 Juta Rupiah sebagai modal usaha
  • Coaching dan mentoring untuk bisnis selama 2 tahun
  • Publikasi bisnismu di media cetak/elektronik
Silakan download dan isi formulir disini, dan kirimkan kembali ke livewirebsa.id@shell.com dan cc ke livewire.indonesia@gmail.com.

Atau, untuk pengiriman via pos, formulir yang telah diisi lengkap beserta dengan lampiran fotokopi kartu identitas dan foto kegiatan usaha bisa dikirimkan ke:

Shell LiveWIRE Programme (CX)
PT. Shell Indonesia
Talavera Office Park Lt. 22-26
Jl. Letjen TB Simatupang Kav. 22-26
Jakarta 12430


Tanggal akhir pengembalian formulir adalah: 7 Juli 2011 (cap pos).
Untuk informasi lebih lanjut, bisa kirim email ke livewire.indonesia@gmail.com atau ke email yang tertulis di dalam formulir.

Salam Raih Mimpimu, Jadi Pengusaha!

Regards,
Ayu Gunantari
Communications Assistant | PT. Shell Indonesia
Talavera Office Park 22-26th Floor | 021-75924700

------------

Ayo buat yang berminat silakan coba ikutan, yang penting dari kompetisi ini bukan sekedar hadiahnya, tapi kita bakal dapet temen2 baru dan jejaring/ network yang bisa bikin kita semangat untuk terus berjalan membangun Indonesia lewat jalan berwirausaha...

Oke itu dulu info sore ini, semoga bermanfaat.
Hidup wirausaha muda Indonesia!

Devi Azhar
www.chocote.com

Tuesday, December 21, 2010

Mencoba Bisnis Makanan



















Alhamdulillah akhirnya bisa menulis lagi, sebenarnya banyak sekali yang ingin diceritakan, mulai dari Sinnai (my baby boy yang super pintar) yang udah mulai mau berdiri, perjalanan silaturahmi ke Jakarta bertemu teman-teman, sampe cerita-cerita merintis bisnis makanan tanpa modal... Hehehe...

Tapi kali ini saya mau fokus cerita tentang bisnis makanan yang sedang saya rintis aja ah... Sebetulnya produk makanan yang saya bisniskan ini adalah makanan ringan yang biasa-biasa saja, teteh saya yang suka bikin, namun karena rasanya yang luar biasa enak dan dari segi harga juga terjangkau, terpikirlah di benak saya untuk membisniskan makanan ringan ini.

Makanan ini nama umumnya adalah bola-bola cokelat, yakni makanan ringan yang bahan baku utamanya adalah biskuit, susu dan meises.. namun saya dan suami mengkonsep & mem-brand lebih jauh hingga terbentuklah sebuah konsep dan nama yang menurut kami keren banget... CHOCOTE... artinya CHOCO(LA)TE bisa dilihat ditautan ini.

Saya merintis bisnis ini dengan modal seadanya, bahkan bisa dibilang tanpa modal, karena hanya menggunakan ide dan kreatifitas ditambah dengan bahan baku tersedia di rumah untuk mengemas Chocote menjadi produk yang bernilai jual tinggi (dan it works!).

Awalnya saya minta teteh untuk membuatkan sekitar 40 butir chocote yang dikemas dalam bungkus plastik per empat butir. Lalu saya beri label dengan logo yang sudah didesain dengan ciamik oleh sang suami :P... untuk pemasaran pertama saya menggunakan jejaring adik kelas di kampus, dan hasilnya.... tadaaa... Alhamdulillah berhasil.

Konsep penjualan yang saya tekankan adalah untuk mahasiswa. Itung-itung bantuin mahasiswa yang butuh dana tambahan untuk jajan... hehehehe atau buat DANUS di unit di kampus.

Saya mulai bekerjasama dengan mahasiswa kurang lebih pada awal Desember 2010, saat itu baru mahasiswa dari UNPAD Jatinangor aja yang jadi reseller... dua minggu kemudian saya mendapatkan beberapa reseller baru, seperti dari UNIKOM dan UPI...

Alhamdulillah, pada hari ini setelah hampir 20 hari berjalan resellernya sudah mencapai 15 orang dan penjualan chocote per hari sudah mencapai rata-rata 50 kotak, dan insyAllah terus bertambah :D

Ayo semangat!

Tuesday, November 30, 2010

Asi Super Kerennnnnnnnn

Info -info tentag ASI nih berbahagialah Ibu-ibu yang bisa ngasih ASI buat buah hatinya :)

1.Aspek Gizi.
Manfaat Kolostrum
  • Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI
  • ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
  • ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
  • Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
  • Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).
2. Aspek Imunologik
  • ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  •  Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat  zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi  saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu
  • Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan
3. Aspek Psikologik

  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • nteraksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

4. Aspek Kecerdasan
·         Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
·         Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5. Aspek Neurologis

Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6. Aspek Ekonomis

Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk susu bayi. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7. Aspek Penundaan Kehamilan

Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001

Saturday, August 14, 2010

Bagus ngga' sih Menonton Televisi buat si Buah Hati???

Setiap tanggal 1 Ramadhan adalah hal yang biasa bagi keluarga besar kami  untuk berbuka puasa bersama; karena menurut kami ini adalah waktu yang tepat untuk berkumpul,  mumpung masing-masing keluarga belum sibuk dengan urusan masing-masing... kalau dinanti-nanti biasanya malah batal acaranya... He

Di sela waktu menjelang berbuka kemarin, saya berkumpul bersama sepupu-sepupu yang baru punya bayi, kami banyak berdiskusi seputar mengurus bayi dan kenikmatannya, hoho, dalam diskusi tersebut ada satu wacana yang rasanya kurang 'klik' dengan pandangan saya, para sepupu sangat setuju ketika mereka bekerja di dapur atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya mereka menaruh bayinya di depan televisi dengan alasan supaya anteng (hmmm... serem juga yah) dan secara tidak langsung menjadikan televisi sebagai pengasuh bayinya. 

Ok saya akui, benda bernama televisi ini memang menggoda dengan begitu banyak program acara dan iklan yang bisa menarik perhatian bayi; karena warnanya yang mencolok tapi saya sendiri kurang sependapat kalau harus membiarkan bayi saya menonton televisi sendiri an dengan tujuan supaya anteng.

Karena cukup penasaran tentang hal itu, akhirnya saya cari artikel tentang plus minus membiarkan bayi menonton televisi... dengan bantuan paman Google, dalam sekejap saya menemukan sebuah artikel yang dikutip dari buku "Baby Guide: Tumbuh Menjadi Balita" nya nutricia, di buku itu disebutkan bahwa :

"ada sebuah survei di Amerika. Anak-anak dan orang dewasa ternyata menghabiskan 3-4 jam per hari untuk menonton televisi. ini artinya, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton televisi dibandingkan aktivitas lainnya yang lebih sehat dan bermanfaat. kondisi tersebut menimbulkan gejala obesitas, meningkatkan tingkah laku agresif, meningkatkan rasa takut, menghambat perkembangan keterampilan intelektual serta sosial, menurunkan kemampuan imajinasi dan kreativitas serta mengurangi kemampuan bermain sendiri."

Minimalisasi Risiko
Pada masa balita, otak anak berkembang sangat pesat. Apapun yang dilihat dan di dengar si kecil akan tersimpan di dalam otak dan menjadi contoh bagi dirinya sendiri. Tak ada salahnya mencoba strategi berikut:
  1. Terapkan aturan menonton TV.
  2. Dampingi si kecil dan pilihkan acara TV yang sesuai, jangan lupa beri pengertian dan penjelasan tentang apa yang dilihatnya.
  3. Berikan kegiatan alternatif atau permainan yang bisa merangsang perkembangan dan daya imajinasi anak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...