Tuesday, May 15, 2012

The Iron Lady




Hari kemarin merupakan hari yang luar biasaaa, karena kemarin saya melakukan aktivitas yang cukup memakan energi, dan sebetulnya inilah yang harus saya lakukan setiap hari... Inilah pekerjaan saya sekarang, berjalan jalan untuk bersilahturahim (bukan silaturahmi) kepada teman-teman, tidak lagi sekedar silaturahim di dunia maya. Alhamdulillah saya diberi waktu untuk bisa berkunjung dan bertemu teman-teman secara langsung, baik teman yang biasa saya lihat di dunia maya, teman lama yang sudah lama nggak ketemu, bahkan teman-teman baru yang benar-benar baru...

Niat awal memang harus lurus, niat silaturahim yang dibangun itu seharusnya memang sesuai dengan arti katanya yakni menyambungkan kekerabatan, ya sebagai seorang makhluk sosial silaturahim itu penting, menyambungkan kekerabatan itu penting, dan jangan bersilaturahim kalau ada maunya... Jadi saya memang harus melakukan silaturahim dengan benar-benar ikhlas, bertemu teman untuk memberikan perhatian, karena saya yakin setiap kita perlu perhatian, dan perhatian itu berbalas, lho :)

Dengan silaturahim yang ikhlas dan santai tersebut nggak jarang mendatangkan rizki... Saya yang berkerja sebagai agen insurance, terkadang mendapatkan nasabah karena silaturahim ini tanpa harus repot-repot menawarkan dan memaksa calon nasabah untuk beli (tapi terkadang yaaa, perlu lah dikit-dikit speak-speak soft promosi) ... Karena silaturahim dan perhatian yang saling kita bagi kita jadi tahu profesi masing-masing dan nggak jarang kebutuhan antar profesi itu klop... Ya misalnya itu tadi, ternyata ketika bersilaturahim dengan teman-teman, ternyata memang ada yang butuh asuransi, baik untuk kesehatan maupun jiwa...


Lelah sehabis silaturahim memang jarang terasa, karena rasa bahagia yang biasanya muncul :) meskipun begitu saya sadar perlu semangat setiap malam untuk bisa membulatkan tekad dan motivasi keesokan harinya untuk kembali melakukan silaturahim dengan positif dan semangat... Biasanya semangat ini di charge dengan ngobrol dan sharing dengan suami tentang aktifitas kita masing-masing di siang hari tadi, atau nonton film yang menambah motivasi diri. Karena saat ini suami sedang sibuk berkutat dengan tugas tesisnya, jadilah malam ini pilihan kedua yang saya pilih.


The Iron Lady tampaknya yang jadi pilihan film malam kemarin, mengisahkan sosok mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher. Film ini menceritakan kehidupan pribadinya bersama mendiang sang suami, Denis Thatcher. Meski usianya telah senja, sosok yang dijuluki perempuan bertangan besi itu tetap saja terlihat keras kepala. Kemandiriannya juga terlihat saat dia ingin mengerjakan segala sesuatu tanpa bantuan siapapun, bahkan dari anaknya, Carol, sekalipun. 

Dibalik sifat kerasnya, Margaret tetap saja wanita biasa, kadang dia terlihat rapuh dan kesepian. Ditemani ilusi mendiang suaminya, kisah masa kejayaannya pun diputar ulang. Sifat ambisius Margaret mulai terlihat sejak dia masih muda hingga akhirnya dia memutuskan menerima pinangan Denis Thatcher. Dari awal, Margaret sudah berkomitmen bahwa dirinya tak mau menjadi istri yang hanya bisa mencuci piring di dapur. Mereka pun menikah pada tahun 1951.

Dia juga menjabat Menteri Pendidikan Inggris dan menjadi Ketua Partai Konservatif tahun 1975. Istri Denis Thatcheritu kemudian memenangkan pemilu dan dinobatkan menjadi perdana menteri wanita di tahun 1979. Awalnya tak ada yang menyangka bahwa Margaret bisa bertahan sedemikian lama di pemerintahan. Sosok Margaret yang ambisius juga berpengaruh dalam keluarganya. Dia tak punya banyak waktu luang untuk meladeni anak-anaknya, dalam adegan-adegan film itu menceritakan bagaimana Margaret menolak mereka dan memilih untuk tetap pergi demi kepentingan negara. Pribadinya yang keras juga terlihat saat dia secara terang-terangan memarahi Geoffrey Howe (deputi yang menjabat saat itu) dan mempermalukannya dalam sebuah rapat. Beberapa adegan menggambarkan ketika kericuhan di kepemimpinan Margaret terjadi hingga akhirnya dia 'dipaksa mundur' dari kabinetnya.

Ada kutipan menarik untuk saya, yang beliau ucapkan ketika sedang berbicara dengan seorang psikolog dalam film itu;

"Berhati-hatilah dengan pikiran mu karena itu akan menjadi ucapanmu
Berhati-hatilah dengan ucapanmu karena itu akan menjadi tindakanmu
Berhati-hatilah dengan tindakanmu karena itu akan menjadi kebiasaanmu
Berhati-hatilah dengan kebiasaanmu karena itu akan menjadi karaktermu
Berhati-hatilah dengan karaktermu karena itu akan menjadi tujuan hidupmu
Apa yang kita pikirkan itulah apa jadinya kita"

(Kutipan ini adalah kutipan yang sebagian orang bilang dilontarkan oleh Mahatma Gandhi, sebagian lagi Lao Tse...entahlah yang pasti kutipan ini sangat inspiratif)

So... film semalam cukup memberi inspirasi untuk saya, supaya selalu menjadi seorang wanita yang memiliki kekuatan akan konsistensi dan semangat membara ketika menginginkan sebuah mimpi yang besar. Dan satu lagi kuncinya, yakni FOKUS.

Tuesday, February 14, 2012

Bertemu Jagoan Asuransi


Senin - 13 Februari 2012, kemarin merupakan M3 (Monday Morning Meeting ) yang istimewa buat saya karena acara super tersebut mengadirkan salah satu leader favorit saya di Allianz, beliau adalah Ibu Nurwahidah, seorang champion dan MDRT (Million Dollar Round Table). Sedikit cerita tentang profil beliau... jadi 'konon katanya' beliau bergabung di Allianz sejak tahun 2004, dari profesi awalnya sebagai suster, yang ternyata sudah dijalani selama belasan tahun... sampai akhirnya... "jreng jreng"... beliau mengambil sebuah keputusan besar yang ternyata bisa merubah hidupnya menjadi seorang yang luar biasa dan berprestasi!


Ya, beliau meninggalkan profesi yang sudah dilakoninya selama sekian-belas-tahun sebagai suster untuk menjadi seorang agen asuransi, dan pastinya keputusan beliau menjadi buah bibir dikalangan teman-temannya karena dianggap "gila" sudah meninggalkan pekerjaan yang pasti dengan gaji pasti... tapi kok malah beranjak ke pekerjaan yang tak pasti penghasilannya.

Di awal karir sebagai seorang agen asuransi beliau mendapat penolakan yang terhitung sering, tapi katanya, itu sudah biasa "karena bisnis ini adalah bisnis penolakan" ungkap beliau ... hehehe... untuk itu semangat dan keuletan di bisnis asuransi (dan hampir pada semua bisnis tentunya) harus terus dipupuk... dan penolakan yang sering ini tidak merubah keputusannya untuk terus melaju mengukir mimpi... beliau terus belajar dan belajar dan tanpa menyerah.

Pada akhirnya (meski perjalanan karir beliau di asuransi belum berakhir) kerja keras beliau berbuah indah, karena setelah closing kasus pertamanya, beliau bisa melaju pesat membuat closing-an - closing-an yang lain, dan hal itu mampu mengantarkan beliau menjadi seorang champion... Lompatan prestasi yang luar biasa beliau torehkan ditahun 2008, ketika mencapai sebuah prestasi internasional, yakni menjadi MDRT; sebuah standar pengakuan dunia asuransi kepada agen yang memiliki pencapaian luar biasa dalam lingkup profesi asuransi jiwa dan jasa keuangan.

Di hari itu, banyak tips yang diberikan oleh Bu Nurwahidah, terutama motivasi untuk mencapai impian tanpa kenal batas dan motivasi agar kita bisa menjadi agen asuransi yang super power, mental baja serta tak kenal kata menyerah. Bu Nurwahidah juga berpesan untuk selalu berniat membantu orang lain ketika menawarkan asuransi serta mengingatkan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah... karena you know what... bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaa... pesan terakhir yang tidak kalah penting adalah jika ingin mendapatkan hasil optimal lakukanlah AKTIVITAS SETIAP HARI, alias istiqomah...

Well, Alhamdulillah, kemarin merupakan Senin yang luar biasa :) awal yang baik untuk memulai segala sesuatu di minggu ini... Semoga spirit beliau selalu menginspirasi, khususnya buat saya untuk tetap konsisten dibisnis ini dan meraih pencapaian dan prestasi, syukur-syukur bisa menyerupai, bahkan melebih beliau :)

Amiiin...

Sunday, February 12, 2012

Serba serbi ASI VS Sufor


Share dari blognya afraamalia.multiply mengenai "Pengalaman pribadi studi Riset Pemasaran tentang ASI VS Sufor " yukk kita simak curhatannya ... 


Jadi inget, dulu pernah bikin riset ttg susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang hamil.

Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal "merek susu apa ya yg bagus?" atau nanya ke orang-orang: "Merek susu apa ya yang bagus?".

Sampai suatu hari Saya dapat kesempatan untuk bantu di project riset tentang susu formula merek ini. Fyi: ini adalah salah satu merek susu buatan Eropa yang terkenal di Indonesia. 

Thursday, February 2, 2012

8 Kecerdasan Bekal Kesuksesan Anak



Mungkin saja tidak semua anak berpotensi menjadi Einstein, tetapi bukan berarti anak tidak memiliki kecerdasan. Adalah tugas orangtua memfasilitasi dan menghantar perkembangkan unik tiap kecerdasan anak. 

Dr Howard Gardner, pakar psikologi dari universitas Harvard mengemukakan teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri di tingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. Setiap orang mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara yang dikenal dengan multiple intelligences, katanya. Menurut Gardner, terdapat 8 kategori kecerdasan yaitu: 
  • cerdas bahasa, 
  • cerdas logika, 
  • cerdas visual-spasial, 
  • cerdas musik, 
  • cerdas diri, 
  • cerdas gerak, 
  • cerdas alam, 
  • cerdas sosial.
Sebenarnya kedelapan kecerdasan ini dimiliki oleh setiap anak, namun tingkat perkembangan masing-masing kecerdasan berbeda pada tiap anak. Agar anak berkesempatan mengembangkan potensi kecerdasannya, orangtua perlu memberi lingkungan belajar kodusif salah satunya lingkungan rumah. Misalnya, kecerdasan dapat dibangun melalui interaksi anak dengan mainannya. Namun, orang-tualah yang tetap menjadi peracik lingkungan belajar. Sebab itu luangkan waktu bermain bersama si Kecil. Berikut beberapa ide yang bisa Anda lakukan bersama anak : 

Cerdas Bahasa 

-Ajak anak berbicara, bercakap, berkata, berbincang, bertukar pendapat sesuai usia dan kemampuannya. Ucapkan kata jelas dengan bahasa yang baik dan benar. Tidak meniru bahasa anak yang masih "cedal". Beri kesempatan bergantian untuk berbicara dan mendengarkan dengan perhatian. Anak ikut bermain drama, sandiwara, deklamasi, salah satu cara memfasilitasinya agar cerdas bahasa. 

-Cinta buku. Perkenalkan kegiatan membaca sejak anak usia balita dengan mendongeng buku cerita, puisi, dan beragam bacaan untuk anak. Saat usia sekolah ajak anak mulai membaca ensiklopedia, novel atau komik edukatif untuk merangsang minat membaca. 

-Banyak menulis. Dukung anak untuk bercerita melalui tulisan, guna menstimulasi kecerdasan bahasa-tulis, yang amat diperlukan kelak kala anak membuat karya ilmiah seperti kertas-kerja, skripsi, tesis bahkan desertasi. 

Wednesday, January 25, 2012

E-Book Tabungan Proteksi - 17

Download E-Book Gratis Tabungan Proteksi Allianz - 17
Download via 4shared (90 KB)
Atau simak dibawah ini via slideshare


 
View more presentations from deviazhar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...